Jelajah Eksotisme Wisata Gunung Bromo
JavaNature & Parks

Jelajah Eksotisme Wisata Gunung Bromo bersama Keluarga

By on April 18th, 2017

Dalam roadtrip di bulan Maret/April yang lalu, salah satu tujuan utama kami adalah jelajah eksotisme wisata Gunung Bromo. Sebenarnya dulu papa dan mama sudah pernah ke sini walaupun perginya masing-masing. Tapi kali ini, kami ingin bawa Lala untuk mengunjungi tempat yang menurut kami sangat ‘seksi’ ini.

 

Lokasi Bromo

Direction to Bromo on Google Map

 

Penginapan di Bromo

  • Kami menginap di homestay yang sudah di-booking sejak sebelum berangkat, karena seingat kami, tempat ini dingin bangett kalo malem. Belum lagi kalo ternyata hujan, walah mending nggak deh.
  • Homestay kami terletak di Cemoro Lawang, sehingga sangat dekat dari pintu masuk ke Bromo lewat jalur Probolinggo.
  • Homestaynya baru, yaitu View Bromo Guest House, seharga Rp.200.000,- per malam tidak termasuk sarapan. Kamarnya luas, bersih. Tapi kamar mandinya aja agak ga enak, karena ga ada wastafel. Tapi ada air panas (ya iya lahhh hahaa..)

 

Sewa Jeep Bromo

  • Kami sewa jeep, dapat dari bapak-bapak yang nawar-nawarin selama kami di jalan naik. Akan banyak yang nawarin, jadi kita cuma lewat dulu sambil dengar harga yang ditawarkan. Kalo ada yang lebih murah dari pasaran, kami minta nomor telponnya untuk dihubungi lagi.
  • Karena tidak ke Penanjakan untuk melihat matahari terbit (karena terlalu pagi buat Lala), kami jadi sulit menemukan teman perjalanan untuk sharing sewa jeep. Jadinya, kami sewa 1 jeep khusus untuk kami seharga Rp.400.000,- untuk ke 3 tempat, yaitu: pasir berbisik bromo, savana atau bukit teletubbies bromo, kawah bromo.
  • Kapasitasnya sendiri mungkin bisa menampung 5 orang idealnya, kalo lebih ya desak-desakan dan harus tanya sopirnya dulu apakah mau dan bisa.

 

Tiket Masuk Wisata Gunung Bromo

  • Saat masuk ke kawasan homestay kami di wilayah Cemoro Lawang, kami bayar Rp.15.000,- untuk 2 dewasa dan 1 mobil.
  • Saat masuk ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, kami seharusnya bayar lagi sebesar Rp.27.500,- per orang dewasa. Tapi kami nego dengan sopir sehingga harga ini sudah dimasukkan ke harga sewa jeep.

Tarif Masuk Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru per 5 Mei 2014

Bromo dan sekitarnya
Wisatawan domestik: Rp.27.500,- (hari kerja) / Rp.32.500,- (hari libur)
Wisatawan mancanegara: Rp.217.500,- (hari kerja) / Rp.317.500 (hari libur)

Semeru dan sekitarnya
Wisatawan domestik: Rp.17.500,- (hari kerja) / Rp.22.500,- (hari libur)
Wisatawan mancanegara: Rp.207.500,- (hari kerja) / Rp.307.500 (hari libur)

 

Jelajah Eksotisme Wisata Gunung Bromo

Sebenarnya cuma namanya aja “nginep di homestay”, tapi sebenarnya kami “camping di homestay” kecuali buka tenda, haha.. Saking dinginnya, kami semua tidur pake sleeping bag di atas ranjang. Semua alat masak dan air mineral galon juga turun ke kamar. Untung kamarnya lumayan gede, jadi semua bisa masuk tanpa desak-desakan hehe..

Pagi-pagi, kami masak dan sarapan dulu, baru telpon janjian sama jeep untuk ketemu di depan homestay kami. Kami berangkat sekitar jam 8 pagi, dan kembali lagi ke homestay sekitar jam 1 siang, setelah mampir dulu ke warung untuk bungkus beli makan siang untuk dimakan di homestay.

Pasir Berbisik Bromo

Nah, saat mau menjelajah Bromo naik jeep, Lala excited banget! Maklum lah, dia selalu pengen naik jeep di mana kami juga punya land rover yang masih berada di Bandung jadi belum bisa Lala naikin dulu. Sesampainya di pasir berbisik Bromo, kami turun lari-lari sedikit plus foto-foto. Kita mulai dari spot paling gampang dan paling datar haha..

Bukit Teletubbies Bromo

Selanjutnya, kami ke savana atau bukit teletubbies bromo, di mana Lala mulai agak ‘liar’ ngeliat bukit-bukit untuk dijabanin. Lala mulai jalan menuju bukit sambil nyanyi “Naik-naik ke puncak gunung”, dan terus berjalan ga mau berhenti. Itu kalo diikutin, mungkin kami akan bisa sampai ke atas bukit (beneran). Namun awan hitam di atas bukit membuat kami khawatir kalo hujan bisa tiba-tiba turun, dan kami tidak membawa payung ataupun jas hujan. Karena itu, setelah dibujuk dengan segala tipu muslihat, akhirnya Lala mau diajak lomba lari turun bukit lagi. Pyuh…

Di sini ada beberapa penjual bunga dan penjual makanan, sehingga kita bisa juga beristirahat kalo sudah capek. Karena cuacanya juga sejuk, ditambah suasana kehijauan dari bukit teletubbies, maka kami sangat menikmati berada di sini. Setelah menghabiskan waktu kurang lebih setengah jam di sini, kami meluncur ke tujuan sesungguhnya: Kawah Bromo.

Jeng jeng jeng..

Kawah Bromo dan Sewa Kuda di Bromo

Setelah menempun perjalanan dengan jeep kurang lebih selama 15 menit dari savana, kami akhirnya sampai di parkiran jeep di kawah bromo. Untuk mencapai tangga di kaki kawah, kami harus berjalan dulu kurang lebih 2 kilometer.

Kalo tidak mau berjalan kaki, juga tersedia jasa sewa kuda di bromo yang dapat mengantar kita bolak balik dari parkiran hingga ke tangga di kaki kawah bromo, seharga Rp.100.000,- untuk satu kuda.

Namun, karena Lala berjiwa petualang (halah), doi maunya jalan (HIDUP, LALA!), walau pas pulangnya kami ragu apakah dia mau jalan, tapi papanya sudah bersedia untuk gendong kalo doi ga kuat. Yo wesss, lanjut Pa!

Akhirnya kami berjalan pelan, santai, dengan sesekali berhenti menghindari serangan angin dengan pasir yang keren sekali sebenernya! Walaupun membutuhkan waktu lebih lama dari orang lain pada umumnya, tapi akhirnya singkat kata kami mencapai puncak kawah Bromo, YEAYY!!!

Tapi , sesampainya di atas, ternyata bunyi kawahnya gluduk2 kayak kompor lagi ngerebus air yang udah mendidih gitu deh.. Jadi kami cuma foto-foto sebentar terus turun lagi. Pas turun, ditawarin lagi naik kuda sama bapak-bapak pemilik kuda, tapi akhirnya kami tetap jalan kaki. Pas turun, karena sudah capek, Lala jadi on-off gitu deh jalannya haha.. Kalo ga jalan sendiri, ya digendong di pundak Papa :)

 

Tips Berwisata ke Bromo

  • Bawa jaket tebal, kupluk, sarung tangan, dan bila mungkin, masker.
  • Bila menginap, lengkapi dengan sleeping bag.
  • Bila mungkin, bawa jas hujan dari plastik, bila musim hujan.
  • Sebisa mungkin coba nawar untuk sewa jeep atau kuda, tapi jangan terlalu kejam. hehe..
  • Harga jeep kalo paginya baru booking atau dadakan, bisa lebih murah.
  • Kalo cuma 1 orang, mungkin bisa mempertimbangkan pake ojek, tapi ga bisa ke Penanjakan untuk lihat matahari terbit. Untuk harganya, mungkin bisa googling ya. Soalnya Eko dulu naik ojek tapi udah lamaa banget hehe..

 

Ya, ini menjadi salah satu pengalaman yang sangat menarik dan memorable buat kami. Sampai jumpa di trip berikutnya!

 

XO, Diana
TAGS
RELATED POSTS

LEAVE A COMMENT

Our Adventure in Picture
Advertisement Smell Like Home
(c) Smell Like Home, 2017 Any unauthorized use, sharing, copy, editing, reproduction, or distribution without permission is strictly prohibited by law. Violation of any of these agreements will result in the law enforcement.
Chinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesian

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com