Penyeberangan Ferry dari Sape ke Labuan Bajo
Transportation

Penyeberangan Ferry dari Sape ke Labuan Bajo dan sebaliknya

By on January 16th, 2018

Saat perjalanan roadtrip dari Bali ke Flores, kami harus melakukan penyeberangan ferry dari Sape ke Labuan Bajo. Saat googling, beberapa informasi di internet masih terbatas, karena itu, semoga informasi yang kami bagikan di sini membantu ya.. :)

Alasan Memilih Naik Ferry dari Sape ke Labuan Bajo atau Sebaliknya

Beberapa teman bertanya, “Ngapain naik ferry lama2 dan susahin aja? Kenapa ga naik pesawat aja dan di sana baru sewa mobil?”

Jawabannya karena, jalan darat dan naik ferry itu seru buat kami. Ketika kami traveling bawa mobil dari rumah, kami berasa bawa seisi rumah dan merasa bisa “survive” di mana saja, terutama karena kami bawa anak kecil. Selain itu, di jalan kami bisa mampir ke tempat yang kami mau, kapanpun kami mau, selama yang kami mau, dan dengan begini kami jadi bisa ketemu banyak hal.

Tapi nyatanya, ketika di perjalanan, kami bertemu cukup banyak orang yang juga menikmati jalan jalur darat, termasuk yang dari Jawa, Surabaya, Bali, dan Lombok. Ada beberapa pilihan kapal Ferry untuk menuju Labuan Bajo, ada yang berangkat dari Surabaya (dengan lama perjalanan kira-kira 24 jam), ada juga yang berangkat dari Sape yang kemudian menjadi pilihan kami karena dioperasikan oleh PT. ASDP Indonesia Ferry yang dikenal karena pelayanannya yang baik.

Durasi dan Jadwal Penyeberangan Sape – Labuan Bajo

Penyeberangan ferry dari Sape ke Labuan Bajo dan sebaliknya memakan waktu 8 jam maksimal, namun nyatanya bisa lebih cepat bila cuaca baik dan muatan lebih sedikit dari kapasitas maksimum. Pada perjalanan roadtrip kami sendiri ke Flores pada Desember / Januari lalu, penyeberangan ferry dari Sape ke Labuan Bajo memakan waktu 7 jam, dan ferry dari Labuan Bajo ke Sape memakan waktu hanya 6.5 jam.

Untuk jadwalnya, baik dari Sape maupun dari Labuan Bajo, ferry berangkat sekitar:

Pukul 09.00-09.30 pagi WITA setiap hari.

Tarif Penyeberangan Sape – Labuan Bajo

Harga tiket ferry dari Sape ke Labuan Bajo dan sebaliknya berlaku mulai 15 Mei 2017 hingga tulisan ini dibuat:

Penumpang Ekonomi:
Dewasa Rp.60.000,- per orang
Anak-anak Rp.40.000,- per orang

Kendaraan Roda Dua:
Sepeda Dayung Rp.100.000,-
Sepeda Motor Rp.186.000,-
Sepeda Roda Tiga Rp.345.000,-

Kendaraan Roda Empat:
Sedan sejenis Rp.1.375.000,-
Pickup Rp.1.250.000,-
Bus sedang Rp.2.710.000,-
Truck sedang Rp.2.226.000,-
Bus besar Rp.4.533.000,-
Truck besar Rp.3.548.000,-
Truck tanki, tronton Rp.4.325.000,-
Alat berat roda karet Rp.5.425.000,-
Alat berat roda besi Rp.8.030.000,-

Penyeberangan Ferry dari Sape ke Labuan Bajo

Suasana Pelabuhan Sape saat Kami Berangkat

Suasana Pelabuhan Sape saat Kami Berangkat

Suasana Pelabuhan Sape sepagi ini sudah cukup ramai. Walau waktu masih menunjukkan pukul 06.30 pagi dan loket serta gerbang belum buka, sudah ada beberapa mobil yang datang dan parkir berdampingan sesuai urutan kedatangan. Tidak lama kemudian, terlihat juga delman yang membawa penumpang.

Setelah menunggu beberapa lama, kami sempat khawatir karena belum terlihat warung makan di sana. Namun pada akhirnya sekitar jam 7 lewat, warung-warung yang tadinya tutup sudah mulai buka. ada warung kelontong, warung nasi, toilet umum, dll. Di luar gerbang pelabuhan juga ada motel yang bisa digunakan untuk menginap, tapi saran kami, kalaupun mau, lebih baik bermalam di Kota Dompu (2 jam dari Sape) karena lebih “kota” hehe..

Cara Membeli Tiket Ferry di Sape

Sebelum berangkat kami sempat mencari informasi di website PT. ASDP Ferry Indonesia. Saat ini ASDP Indonesia Ferry tengah mengembangkan pembelian tiket secara online dan kini  beberapa rute penyeberangan dapat dibeli melalui website www. indonesiaferry.co.id, Namun untuk sementara waktu, rute Sape ke Labuan Bajo ini belum tersedia di layanan tiket online PT. ASDP Ferry Indonesia, sehingga pembeliannya dilakukan langsung pada loket di pelabuhan

Nah, untuk sistem pembelian tiket kendaraan, sistemnya harus antri karena jumlah kendaraan yang berangkat dari Sape ke Labuan Bajo ini cukup banyak sedangkan jumlahnya dibatasi menyesuaikan dengan kapasitas ferry. Sebaiknya kita sudah memesan dulu 1-2 hari sebelumnya (dengan menelepon ke kantor ferry di Sape) untuk memesan tiket kendaraan.

Sesampai di sana, ada 2 loket yang buka sekitar pukul 7.00 WITA. Loketnya antara lain untuk:

  1. Registrasi kendaraan: kasih stnk ke petugas, menyebutkan jenis mobil & nama sopir. Lalu kita akan diberi kertas untuk dibawa ke loket ke-2.
  2. Loket untuk pembayaran: kasih kertas dari loket ke-1, lalu bayar di sini sesuai golongan mobil. Untuk penumpang tanpa kendaraan, bisa langsung datang dan membayar di loket ini.

Bila ternyata kita tidak mendapat giliran berangkat hari itu, maka otomatis mobil kita akan disertakan untuk keberangkatan hari berikutnya.

Aktivitas di Ferry Penyeberangan Sape – Labuan Bajo

Setelah mobil kami parkir di atas ferry, kami naik ke atas dan lega karena ternyata banyak tempat tidur tingkat, sekaligus panik karena sebagian besar sudah ditempati. Dengan gerak cepat, akhirnya kami berhasil mendapatkan tempat yg beralaskan dipan namun cukup nyaman karena letaknya dekat jendela sehingga kami bisa sambil menikmati pemandangan laut dari sini.

Setelah menempatinya, kami segera makan nasi bungkus yang sempat dibeli di warung pelabuhan tadi, lalu Eko segera terlelap karena capek menyetir. Lala yg sudah tidur semalaman di mobil lebih segar dan kemudian asyik bermain dan menggambar.

Lala Asyik Menggambar

Lala Asyik Menggambar

Di ruang itu, akupun berusaha memejamkan mata untuk beristirahat. Telingaku menangkap berbagai suara, mulai dari suara anak berceloteh, dan kapal di kejauhan, suara game yg sedang dimainkan anak di sebelahku, hingga suara ngoroknya Eko yg ternyata sudah pulas. Di tengah keriuhan itu, terkadang terdengar hempasan deru ombak di lautan, seolah menenangkan suasana yang riuh rendah.

Tidak bisa tidur, aku hanya membuka mata dan mengintip Lala yang masih asyik bermain. Aku penasaran, apa yang akan terjadi 8 jam ke depan hingga sampai di Labuan Bajo. Beberapa jam pertama kami habiskan dengan tidur, lalu makan siang, dan sisa waktunya kami gunakan untuk berkeliling ferry, berlarian di dek atas, melihat ke laut apakah ada lumba-lumba yang melintas.

Tidak terasa, 6-7 jam pun berlalu dan kami sudah sampai di tujuan kami. Ternyata, naik ferry itu seru!

Nah, semoga informasi ini membantu ya.. 😉 Selamat ber-ferry ria! #asdpseru

XO, Diana
TAGS
RELATED POSTS
8 Comments
  1. Gallant

    January 17, 2018

    Saya punya tante yang tinggal di Bajo. Tiap setaun (saat menjelang lebaran) sekali beliau dan suaminya menggunakan rute Lamongan – Surabaya – Banyuwangi – Bali – Lombok – Sumbawa – Bajo.
    Jalur darat 3 harian. Tapi seru kayaknya. Wkwk

    Itu tarif mobilnya mahal banget ya ternyata 😐

  2. Diana Suciawati

    Diana Suciawati

    January 17, 2018

    Wah, 3 hari di jalan, seru ya.. haha.. Iya, tarif mobil relatif lebih mahal karena durasi dan jaraknya kan juga lebih jauh daripada Bali – Lombok (4 jam), dan Lombok – Sumbawa (1.5 jam) :)

  3. agusgusman

    February 13, 2018

    Kalo dulu bln januari dirutup gelombang besar

  4. Eko Octavianus

    February 14, 2018

    Wah, tahun brp tuh Mas ? untung banget kmrn pas pulang aman : )

  5. yeyen fitria

    July 14, 2018

    Mohon info.. Apakah penyebrangan sape waingapu sudah aktif?. Terimakasih

  6. Eko Octavianus

    July 16, 2018

    Halo Kak..waktu kami menhyebrang bulan Desember kemarin, Sape – Waingapu masih normal..tp untuk keadaan sekarang kami kurang tahu…mungkin bisa hubungi 021-191 (ini call centernya ASDP), cukup informatif karena waktu itu kami juga menghubungi call center terlebih dahulu untuk mengetahui keadaan penyebrangan Sape – Labuan Bajo…Semoga membantu ya : )

  7. Galih Jiwatman

    September 26, 2018

    Izin bertanya, tarif penyebrangan kapal dari sape ke pulau padar berapa? Terimakasih

  8. Eko Octavianus

    September 27, 2018

    Halo Kak, setahu kami utk ke Pulau Padar tetap harus dari Labuan Bajo dulu…Jadi dari Sape tetap ke Labuan Bajo dulu : )

LEAVE A COMMENT

Our Adventure in Picture
Advertisement Smell Like Home
(c) Smell Like Home, 2018 Any unauthorized use, sharing, copy, editing, reproduction, or distribution without permission is strictly prohibited by law. Violation of any of these agreements will result in the law enforcement.
Chinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesian

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com