Tempat Duduk Bayi di Pesawat
Useful Tips

Tips Memilih Tempat Duduk Bayi di Pesawat

By on May 4th, 2016

Memilih tempat duduk bayi di pesawat memang susah-susah gampang. Awalnya kami kira, cukup dengan datang paling pagi ke airport, lalu check-in dan akan bebas pilih tempat duduk yang masih banyak kosong. Karena penasaran, “Kok bisa ya, ada orang yang datang lebih pagi dari kita?” , akhirnya saya tanya staff di counter check-in, “Emang paling pagi check-in berapa jam sebelum keberangkatan, Mba?”. Sambil ketik-ketik komputer, staff-nya jawab, “24 jam sebelumnya sudah bisa, Bu.” Langung menyesal kok ga tahu hal ini dari dulu.

Selain itu, masih ada beberapa hal yang perlu diketahui untuk tips memilih tempat duduk bayi di pesawat. Semoga bisa berguna bagi ibu-ibu lainnya dan ga penasaran lagi sepanjang perjalanan terbang di pesawat :)

Memilih Tempat Duduk Bayi di Pesawat

Early Check-in

Check-in dapat dilakukan minimal 24 jam sebelumnya, tidak hanya di bandara, namun juga bisa city check-in di kantor perwakilan airlines, mobile, atau web check-in. Namun, kedua cara terakhir tidak menjadi jaminan Anda dapat memilih seat atautempat duduk bayi di pesawat. Beberapa maskapai  (Garuda Indonesia, salah satunya) bahkan mewajibkan counter check-in atau city check-in bagi ibu hamil atau ibu yang membawa bayi. Hal ini biasanya lebih menjadi kendala ketika kita pulang dari destinasi, karena harus meluangkan waktu di tengah liburan untuk counter check-in atau city check-in. Tapi kami kemarin pasrah saja saat mau pulang dari Hong Kong, untungnya masih dapat seat yang oke.

 

Apa itu Bassinet, dan apakah Anda memerlukannya?

Bassinet adalah tempat tidur bayi yang bisa dipasang di depan tempat duduk penumpang. Namun ada beberapa hal penting yang perlu diketahui soal bassinet:

  • Bassinet hanya disediakan di tempat duduk barisan paling depan, di mana terdapat partisi dengan tempat duduk kelas bisnis.
  • Bassinet biasanya hanya diperlukan untuk anak bayi yang masih cukup kecil, dengan berat maksimal 9-13 kg, tergantung masing-masing maskapai.
  • Untuk bassinet ini, kita harus request saat check-in.
  • Bassinet juga biasanya hanya disediakan bagi penumpang dengan perjalanan panjang atau internasional. Saya baca di sumber lain sih, menyebutkan, maskapai domestik dan budget tidak menyediakan bassinet ini, namun bisa dipastikan lagi ke maskapai yang bersangkutan.

 

Tempat duduk paling depan

Tempat duduk paling depan memiliki beberapa kelebihan, yaitu:

  • Ruang kaki yang lebih besar
  • Kami pribadi lebih suka di sini karena Lala bisa turun dari tempat duduk dan berdiri bila sedang bosan, atau sekedar mengacak-acak tempat majalah di depan kami >.<“
  • Lebih cepat naik atau turun pesawat
  • Memiliki akses bassinet

Tapi kelemahannya:

  • Meja lipat untuk makan biasanya posisinya lebih rendah (sejajar perut) dibanding tempat duduk lainnya (sejajar dada). Untuk Lala yang biasanya beraktivitas mewarnai, meja menjadi terlalu pendek dan Lala harus agak bungkuk ketika beraktivitas.
  • Sandaran tangan tidak bisa dilipat karena juga merangkap sebagai tempat menyimpan meja, sehingga tidak ada ruangan untuk bayi Anda merenggakan tubuh. Namun, ketika bayi atau anak sudah cukup besar, hal ini malah bisa jadi hal positif karena bisa menjadi tempat duduk anak sementara di antara orang tua saat mereka mau bermain bersama kita.
  • Cukup jauh dari toilet.

 

Tempat duduk di belakang

Saat kami berpikir mana tempat duduk bayi di pesawat yang cocok sehingga bayi dan kami sama-sama nyaman, sebagian teman menyebutkan, mereka lebih menyukai di belakang karena alasan berikut:

  • Lebih dekat dengan toilet
  • Kadang kalo pesawat tidak penuh, tempat duduk di belakang ada yang kosong sehingga bayi bisa ditidurkan memanjang di beberapa kursi yang kosong. Hal ini karena crew pesawat biasanya mengisi bagian depan terlebih dahulu untuk penumpang, mengingat barang terdapat di bagian belakang pesawat.

Tapi, bagian belakang ini juga memiliki beberapa kelemahan, seperti:

  • Area kaki terbatas, karena area kaki yang luas hanya terdapat di bagian depan.
  • Lebih berisik karena dekat dengan mesin pesawat.

 

Dekat jendela atau lorong?

Jawabannya: lebih baik keduanya.

Lebih baik dekat jendela agar kita dapat mengalihkan perhatian si kecil ke luar jendela saat dia bosan. Lebih dekat lorong supaya gampang keluar bila si kecil perlu jalan-jalan karena kelamaan duduk, atau perlu ke toilet.

Jadi, solusinya (terutama bila berangkat minimal berdua dengan suami), pilihlah tempat duduk yang menempel pada jendela. Biasanya hanya ada 2 seat, sehingga satu kursi dekat dengan jendela, dan satu kursi lagi dekat dengan lorong. Bila tidak ada, ya berarti Anda harus memilih salah satu, mana yang lebih penting :)

 

Hal Lain yang Perlu Diperhatikan

  • Pastikan bahwa tempat duduk yang Anda pilih memiliki masker oksigen tambahan untuk anak. Biasanya barisan paling depan yang memiliki akses bassinet, memiliki masker oksigen ini. Namun pastikan sekali lagi.
  • Namun untuk baris tempat duduk lainnya, biasanya sebagian tipe pesawat hanya menyediakan masker oksigen tambahan (untuk anak) di baris nomor ganjil atau genap.
  • Bawa beberapa alat atau mainan favorit anak, seperti activity busy book, pensil warna, puzzle, buku, mainan, dll.

 

 

Semoga tulisan di atas dapat berguna dalam memilih tempat duduk bayi di pesawat ya.. Kalo ada pertanyaan, monggo komen di bawah, nanti akan saya jawab personally :)

If you enjoy this post, share it! So more people will get to enjoy it, too! :)

XO, Diana

 

TAGS
RELATED POSTS

LEAVE A COMMENT

Our Adventure in Picture
Advertisement Smell Like Home
(c) Smell Like Home, 2017 Any unauthorized use, sharing, copy, editing, reproduction, or distribution without permission is strictly prohibited by law. Violation of any of these agreements will result in the law enforcement.
Chinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesian

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com