Agar Anak Duduk di Car Seat - Review Kiddy Car Seat
Useful Tips

Agar Anak Duduk di Car Seat – Review Kiddy Car Seat

on
January 14, 2016

Agar anak duduk di car seat itu ga mudah, lho. Lala buktinya, hehe.. Tapi sekarang sudah mau, walaupun prosesnya ga mudah, tapi syukurlah akhirnya dimudahkan. Akhirnya kami pake car seat merek Kiddy, sekalian akan di-review di postingan kali ini. Artikel ini ditulis berdasarkan opini kami sendiri, tanpa sponsorship maupun endorsement apapun dari Kiddy car seat.

Percobaan 1: sejak tengkurap

Jadi ceritanya, dari umur 40 hari sampe 4 bulan, Lala mau aja duduk di car seat. Waktu itu, car seatnya merk Disney, dapet second-hand dari kakak. Nah, tapi menjelang belajar tengkurep, doi ga betah lagi. Setiap kali mau di-strap, dia marah dan nangisnya luar biasa. Sebagai orang tua yang baru punya anak pertama (cantik dan lucu pula, kan.. #UHUK! ), kami ga tega. Akhirnya dipangku juga.

Percobaan 2: bukan anak biasa

Untuk membuat agar anak duduk di car seat, kami sudah mencoba berbagai cari yang direkomendasikan di media online, media cetak, hingga saran dari teman-teman. Mulai dari memberikan mainan seabrek-abrek, buku, makanan, minuman, susu, dll — tetap failed juga.

Percobaan 3: ga kuat hati

Pernah juga pas ketemu temen, dia cerita anaknya juga awalnya ga mau, tapi karena terpaksa (harus bisa pergi berdua dengan ibunya), akhirnya bisa juga walaupun beberapa hari pertama nangisnya udah kayak sampe mau muntah gitu..

Setelah mendapat cerita itu, kami pun mencoba kembali. Awalnya hati dikuatin denger tangisannya, akhirnya ga tahan juga. Entah kenapa, kyy si Lala tersiksa banget. Kami pikir, daripada nanti trauma atau ga bagus buat psikisnya (alesan doang, padahal kami hanyalah ortu yang terlalu lembut hati), akhirnya training car seat sesi ke-sekian kalinya failed juga.

PS: Mungkin ini kesalahan kami, karena seharusnya akan bisa kok, kalo terus di-konsistenkan (menurut cerita teman-teman lain  yang berhasil). Katanya sih, yang penting orang tuanya cuek dan tenang dalam menghadapi tangisan anak. 🙂 *tapi maap, kami ga berhasil, hahaha..*

Percobaan 4: keringetan

Yang kami perhatikan, setiap kali habis duduk di car seat, bagian belakang tubuh Lala basah, sampe ke kepala. Heboh deh keringetnya. Kami pikir, apa mungkin panas ya. Akhirnya, ketika kami ke Jakarta, kami coba car seat milik Kakak dengan merek Britax, yang setau kami terkenal bagus ya car seatnya. Banyak yang pake dan rekomen untuk car seat merek itu. Tapi.., ya begitulah, failed juga.

Lelah Mencoba

Setelah beberapa kali mencoba, kami ingat bahwa Lala juga ga mau duduk di stroller. Kami pikir, mungkin emang dia pribadinya ga mau terikat dan terkekang, padahal kan baru masalah duduk doang ya.. Jadi ya, sudah lah.. Hal ini terus berjalan sampe Lala umur 16 bulan, di mana dia sudah bisa jalan, manjat sini, manjat sana, YA OLOOOHHHH.. *mama papa cuma bisa garok muka*.

“Ini sudah tidak aman”, begitu pikir kami.

 

Agar Anak Duduk di Car Seat

Setelah mendengar cerita dari ibu-ibu dan cerita lainnya tentang kecelakaan di mana ada situasi kita hanya jadi korban walaupun kita ga salah, membuat kami lebih niat untuk mencoba kembali agar anak duduk di car seat. “Safety always comes first”, ini pedoman kami saat diving, traveling, hingga dalam kehidupan sehari-hari. Masa’ ga bisa diterapkan ke anak sendiri. Daripada nanti kami sendiri yang nyesel? *amit2*

Kali ini, sejak Lala sudah 16 bulan, saya berusaha untuk lebih memperlakukan dia sebagai “seseorang”, bukan lagi anak kecil yang tidak punya hak untuk berpendapat. Saya ajak ngomong, saya ceritain tentang pentingnya duduk di car seat, saya cariin video di YouTube tentang kecelakaan dan akibatnya bila ga pake car seat.

Setelah ini, niat selanjutnya adalah sewa car seat dulu, lihat mana yang cocok sama Lala, baru nanti kami beli. Tapi, ternyata Tuhan berkata lain.

Pas cari video di YouTube, saya nemu beberapa video tentang safety-nya car seat. Setelah beberapa hari saya baru sadar kalo salah satu video itu adalah iklan car seat merek Kiddy — yang sistemnya berbeda dengan car seat biasa. Akhirnya setelah diceritain ke Eko, Eko pun kesengsem sama car seat ini.

Nonton deh video YouTube-nya: Kiddy Baby Car Seat.

 

Kiddy Car Seat Review

Features

Eko kesengsem berat karena Kiddy car seat punya semua jawaban atas persoalan yang dialami Lala, yaitu:

  • No harness
    Sistemnya bukan strap atau harness, namun pake ganjelan di perut yang disebut Kiddy Impact Shield. Anak akan lebih leluasa, dan bisa lebih bebas bergerak, dengan tetap aman dan nyaman.
  • Safety
    Sistem Impact Shield ini mengurangi bahkan menghilangkan risiko kematian bayi karena lehernya patah/jatuh ke depan saat terjadi benturan yang sangat keras (dalam posisi forward-facing car seat). Jadi kalo pake harness atau strap, saat terjadi kecelakaan dengan benturan sangat keras, pundak anak akan tertahan oleh strap, sehingga yang refleks maju hanya kepala saja. Hal ini dapat mengakibatkan patah tulang leher. Dengan impact shield dan tanpa strap, ketika kecelakaan, kepala anak akan maju bersama dengan pundak, lengan, hingga tangan anak, dengan bagian dada dan perut akan tetap tertahan oleh seat belt. Genious product, right?
  • No sweat
    Bahannya ga panas karena terbuat dari Honey Comb yang memperlancar sirkulasi udara.
  • No view-blocking
    Penahan kepala bagian pinggir tidak menghalangi pandangan anak sehingga anak tetap bisa bebas melihat ke luar jendela biar ga bosen.

Nah, sebenarnya hanya 4 fitur itu yang tidak bisa kami temukan di kebanyakan car seat merek lain. Tapi fitur lainnya yang bikin ngiler juga masih ada, yaitu:

  • Long term
    Bisa dipakai dari umur 1-12 tahun (investasi besar dan worth-it nih). Jadi bagian belakang, dudukan, maupun kepalanya bisa kayak di-stretch gitu kalo dia sudah lebih besar. Jadi postur tubuhnya akan tetap baik.
  • Easy installation
    Sistem pasangnya ga ribet. Simpel banget! Di videonya dibandingin dengan car seat lain. Kalo kiddy cuma butuh 15 detik, sedangkan car seat lain butuh hingga 35 detik. –> Prakteknya bener kok cepet banget, dibanding car seat kami sebelumnya.
  • Easy to move
    Karena sistem pasangnya yang cuma pake seat belt, jadi lepasin dan mindahinnya juga gampang. Lala sudah beberapa kali masih tidur di car seat saat kita sudah sampe rumah, tinggal kita bawa deh sama car seatnya ke kamar. Setelah itu baru anaknya dipindahin langsung ke kasur.
  • Aircraft-compatible
    Bisa dipake di pesawat juga (walaupun kyy kita ga akan bawa juga sih, ribet).
  • Light & extendable
    Ringan dan untuk bagian paha/kakinya bisa sampe 3x extension.

Price

Tapi setelah kami riset harganya, O-OW. Beli ga ya? hahaha..

Karena harganya lumayan mahal, saya sempat khawatir kalo membeli tanpa mencoba. Hanya ada 1 pertanyaan di benak saya: “Karena ga ada strap, pas Lala meronta-ronta, dia bakal bablas dari bawah impact shield-nya ga ya?” Ga lucu kan kalo bablas, hahaha.. Akhirnya, beruntung banget, di Mothercare Bali ternyata punya merek ini walau tipenya beda (tapi tetap pake impact shield). Akhirnya kami coba barangnya dan ternyata Lala ga bisa bablas 😉

Akhirnya, setelah cari sana sini di Indonesia, nemu satu website yang lagi ada diskon gede untuk tipe car seat Kiddy terbaru. Walaupun harganya masih lumayan mahal (dari 7 juta jadi 5 juta 🙁 ), tapi kami putuskan beli. Menurut kami, karena mahal itu lah kami nanti akan terpaksa memaksa Lala supaya pake car seat-nya 🙂

Real Experience

Setelah kami pakai, semua iklannya itu bener banget:

  • Dari hari pertama pake, Lala ga pake nangiss.. Haduhhh, kami terharu dan seneng bangettt.. No strap, no crying for Lala. Masih ada kejutan selanjutnya: 5 menit kemudian Lala sudah tidur! Iyaa, tidur di car seat! Tanpa bantuan mama! Haduh Gustiiii, gimana ga terharuuu.. :’)
  • Trus, kayaknya dia nyaman banget deh, ga merasa panas sama sekali, pas dipegang juga ga keringetan sama sekali walaupun Bali lagi panasnya minta ampun.
  • Impact shield works like magic!!! Setelah dipake, menurut kami itu tidak hanya di-desain untuk urusan leher patah belaka, tapi juga bisa sangat fungsional. Misalnya, bisa jadi meja: kalo anak mau mewarnai bisa di atasnya, atau juga bisa untuk taruh tangan bila tidur atau duduk (seperti di foto di atas). Selain itu juga ada tempat gantung mainan.
  • Setiap kali baru didudukin ke car seat, Lala sendiri lho yang selalu minta dipasangin impact shield-nya. Dia ga merasa terpaksa sama sekali.
  • Ternyata, cover car seatnya bisa dilepas dan dicuci. Yang ini ga ada di iklannya dia soalnya.

Resource Official Website: Kiddy Guardian Pro 2 features video

[aio_button align=”left” animation=”none” color=”green” size=”small” icon=”thumbs-up” text=”Buy Kiddy Car Seat” relationship=”nofollow” url=”https://www.blibli.com/brand/kiddy/?a_blibid=5697c7eeb3e06″]

(Please note that we will receive a commission from Blibli.com if you choose to purchase via the link above. This does not affect the price you pay – you are getting the best possible deal. If you would like to support this blog running, please click on the above link if you decide to purchase)

 

Kesimpulan

Udah ga perlu penjelasan lebih panjang lagi. With Kiddy, no car seat problem! Kami kasih produk ini bintang 5. Good job, Lala & Kiddy! :*

 

If you enjoy this post, share it! So more people will get to enjoy it, too! 🙂

XO, Diana
TAGS
RELATED POSTS

LEAVE A COMMENT

Our Latest Spotify Podcast

(c) Smell Like Home, 2020.

Any unauthorized use, sharing, copy, editing, reproduction, or distribution without permission is strictly prohibited by law. Violation of any of these agreements will result in the law enforcement.

Eko, Diana & Ariella
Bali, Indonesia

Hi, we are a family of 3, who loves to spend our time together, and traveling is just one of the reasons. We share the best PLACE & TIPS in Indonesia with kids. We always believe that faith & love come first, and other things will follow. Join our adventure updates and discover the essence of family traveling with us!

Disclaimer

(c) Smell Like Home, 2017

Any unauthorized use, sharing, copy, editing, reproduction, or distribution without permission is strictly prohibited by law. Violation of any of these agreements will result in the law enforcement.