Taman Nasional Baluran
Java Nature & Parks

6 Hal yang Bisa Dilakukan di Taman Nasional Baluran

on
September 1, 2016

Taman Nasional menjadi destinasi petualangan kami kali ini. Saat kami mencari tempat camping yang dekat dengan Bali namun berada di luar Bali, Taman Nasional Baluran menjadi pilihan nomor satu. Tempatnya yang dekat dengan Banyuwangi dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 1-1.5 jam saja dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Apa saja yang dapat dilakukan di sana? Ternyata banyak sekali, lho. Berikut ulasan kami.

Petualangan di Taman Nasional Baluran

1. Offroad di tengah hutan tropis

Pintu masuk Taman Nasional Baluran (di Batangan) ke Savana Bekol berjarak 12 km, dan 15 km ke Pantai Bama. Menggunakan mobil kecil, kami hanya dapat melaju dengan kecepatan maksimum 15 km per jam karena jalan yang harus dilalui berbatu-batu. Offroad di tengah hutan tropis ini sangat menantang, apalagi diapit dengan berbagai hutan tropis, mulai dari yang rumputnya boleh diambil hingga kami melihat tanda “batas mengambil rumput”, lalu hutan Evergreen atau hujan hijau sepanjang tahun, hingga savana.

 

2. Datang melihat binatang di habitat aslinya

“Permisi Mas, aku mau tanya, kalo orang tuh ke Baluran liat opo toh?” tanya seorang ibu di pintu keluar Taman Nasional mengendarai mobil tipe MPV dengan seorang temannya.
“Yo, liat binatang lah, Bu,” jawab Pak Woto sambil tergelak.
“Kok aku ndak liat opo-opo toh. Hutan tok. Jalannyo elek’ lagi.”

Eko cuma senyum-senyum pas denger percakapan itu di sela-sela pembicaraannya dengan Pak Woto, bapak penjaga pintu keluar Taman Nasional Baluran.

Keesokan harinya, ketika kami menjelajahi Taman Nasional ini, kami menjumpai beberapa kawanan rusa yang sedang minum. Lala senang sekali melihat rusa langsung di habitat aslinya. Untunglah kami ga sampe “ga liat apa-apa” kayak ibu itu, pasti bete juga.

 

3. Menikmati suasana ‘liar’ di Savana Bekol

Savana termasuk karakteristik alam yang jarang kami temui. Jadi ketika kami melihat savana Bekol berlatar belakang Gunung Baluran, kami tidak dapat menahan diri untuk turun dari mobil dan mengabadikan moment itu walau ada papan tulisan dengan larangan, “Bagi pengunjung, dilarang memasuki area savana. Savana merupakan habitat ular kobra”. Sambil foto tentunya kami sibuk memantau sekeliling kami dan sudah menyiapkan emergency plan kalo melihat sesuatu yang mencurigakan. Tapi memang, suasana alam ‘liar’ di Savana Bekol ini termasuk salah satu pengalaman kami yang membekas di hati <3. Auwww..

 

4. Bersantai di Pantai Bama

Sekitar 3 km dari Savana Bekol, kita akan mencapai Pantai Bama. Di sini, kami beristirahat makan di warung, di mana makanan Eko sempat diembat monyet yang kami rasa sempat belajar kungfu karena gerakannya sangat cepat. Monyet-monyet di sini sangat nakal, jadi tidak disarankan makan di luar warung, atau mendirikan tenda.

Di sini, kami menghabiskan waktu paling lama di Taman Nasional Baluran karena rindangnya pepohonan dan suasana yang nyaman (kecuali si monyet). Pantai Bama memiliki beberapa meja, kursi, dan ayunan dari kayu alami. Pohonnya yang rindang memberikan tempat bermain yang luas bagi Lala di hamparan pasir seperti mengumpulkan pasir ke dalam gelas plastik yang kami temukan di sana. Lala juga bisa belajar warna daun 5 warna, dari hijau, kuning, oranye, merah, hingga cokelat. Kami juga mencoba membuat sendok untuk mengambil pasir, yang ternyata dapat dibuat dari daun dan kerang. Kami bahkan sempat tidur-tiduran meluruskan pinggang di kursi panjang kayu, selagi satunya bersantai bermain ayunan dan Lala sibuk dengan pasirnya. Bagi kami, sangat menyenangkan bersantai di Pantai Bama!

 

5. Naik ke menara pandang

Menara pandang yang terletak di Savana Bekol ini terletak di ketinggian sehingga kita bisa melihat seluruh area savana beserta pantai dan gunung di Taman Nasional Baluran. Untuk mencapai dasar menara, tangganya landai dan cukup lebar, sehingga Lala pun bisa ikut naik dan turun dengan sendiri tanpa digendong. Namun tangga dari dasar menara hingga atas menara cukup terjal dengan pegangan, dapat berbahaya bila tidak hati-hati. Di atas menara, terdapat area ‘teras’ yang dikelilingi pagar untuk pengaman. Namun, di atas, angin yang kencang seolah dapat menerbangkan seorang anak kecil sampai Eko berkata, “Aku tidak akan melepaskanmu, Lala!” Ciehhh.. <3

 

6. Camping di Pantai Perengan Pandean

Saat kami tiba di Taman Nasional Baluran, hari sudah sangat sore dan hampir gelap. Untungnya kekhawatiran kami tidak berlanjut setelah kami bertemu dengan Pak Woto yang memberikan 2 pilihan tempat camping, yaitu: Pantai Perengan yang ada pos jaga petugas Taman Nasional, atau camping ground yang sangat sepi namun dekat dengan sungai. Karena kami hanya bertiga, kami memilih lokasi yang ada pos jaga. Setelah kami sampai di lokasi, ternyata lokasi ini sangat ideal. Bagimana tidak, tenda kami dapat didirikan di atas rerumputan di tepi pantai, dengan pagar buatan dan lampu sorot yang sudah tersedia. Kami juga dapat menumpang di toilet pos jaga bila butuh ke toilet. Selain itu, fakta yang mengejutkan kami saat itu, ada warung 24 jam di sana! Ternyata, lokasi ini terletak di pantai perkampungan nelayan walaupun masih dalam bagian Taman Nasional Baluran. Jadi hingga malam, kadang masih ada beberapa warga yang hilir mudik dengan motor di depan pagar area tenda kami.

 

Bonus: Sang Bintang di Baluran

Bintang tamu dalam camping kali ini sama sekali tidak kami duga. Saat bangun pagi (subuh), kami membuka pintu tenda untuk membuang sampah di kantong sampah yang terdapat di luar tenda. Saat itu ternyata Tuhan punya kado untuk kami. Jam 5.30 pagi, sang mentari menyambut kami dengan warna jingganya yang sungguh cantik, salah satu sunrise terindah yang pernah kami lihat, ada di Pantai Perengan Pandean, Baluran, Situbondo.

 

Itulah hal yang bisa dilakukan di Taman Nasional Baluran. Nah, untuk informasi lebih lengkap tentang di mana Taman Nasional Baluran, berapa harga tiketnya, apakah ada penginapan, dll, ada di artikel ini:

Informasi Lengkap Objek Wisata Baluran

Bila Anda ke sana, selamat menikmati dan jangan lupa bawa topi dan sunblock ya!

 

XO, Diana
TAGS
RELATED POSTS
3 Comments
  1. Kalibre Shop

    January 31, 2018

    Wah Recomend banget nih untuk wisata kelurga

  2. Riung Adventure

    January 31, 2018

    Anak nya lucu banget mbak

  3. Lintas Nusa

    October 23, 2018

    Masuk taman Baluran sepanjang jalan masuk nya sampai ke pantai sejauh +/- 10 KM rusak berat.. tapi terbayar dengan hewan liar yg berkeliaran serta hamparan savana nya yg menghampar.. sayang pas musim meranggas pada waktu kunjungan.. burung Meraknya memberi warn kontras dengan gersangnya alam pada waktu kami ke situ..

LEAVE A COMMENT

Our Latest Spotify Podcast

(c) Smell Like Home, 2020.

Any unauthorized use, sharing, copy, editing, reproduction, or distribution without permission is strictly prohibited by law. Violation of any of these agreements will result in the law enforcement.

Eko, Diana & Ariella
Bali, Indonesia

Hi, we are a family of 3, who loves to spend our time together, and traveling is just one of the reasons. We share the best PLACE & TIPS in Indonesia with kids. We always believe that faith & love come first, and other things will follow. Join our adventure updates and discover the essence of family traveling with us!

Disclaimer

(c) Smell Like Home, 2017

Any unauthorized use, sharing, copy, editing, reproduction, or distribution without permission is strictly prohibited by law. Violation of any of these agreements will result in the law enforcement.